Rabu, 04 April 2012

Potret Kediaman Rumah Bung Karno Waktu Pengasingan Di Bengkulu 1938-1942


Masa Pengasingan di Bengkulu
Sesampainya di Bengkulu, Bung Karno diinapkan selama dua minggu di sebuah hotel bernama Centrum. Sebab, saat itu belum ada tempat tinggal yang layak huni. Setelah rumah disiapkan, barulah Bung Karno dan keluarganya mulai hidup di pengasingan. Rumah yang disediakan untuk Bung Karno selama menjalani pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno ditempatkan di sebuah rumah yang awalnya adalah tempat tinggal orang Cina yang bernama Tan Eng Cian. Tan Eng Cian adalah pengusaha yang menyuplai bahan pokok untuk kebutuhan pemerintahan kolonial Belanda. Soekarno menempati rumah tersebut dari tahun 1938 hingga tahun 1942. Rumah ini berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Malborough. Rumah yang berada pada koordinat 0,3o 47l 85,1ll Lintang Selatan dan 102o15l 41,7ll  Bujur Timur ini berada di ketinggian 64 m di atas permukaan laut.
Rumah yang dibangun pada awal abad ke-20 ini berbentuk empat persegi panjang. Bangunan ini tidak berkaki dan dindingnya polos. Pintu masuk utama berdaun ganda, dengan bentuk persegi panjang. Bentuk jendela persegi panjang dan berdaun ganda. Pada ventilasi terdapat kisi-kisi berhias. Rumah dengan halaman yang cukup luas ini memiliki atap berbentuk limas. Luas bangunan rumah ini adalah 162 m2, dengan ukuran 9×18 m. Dulu luas keseluruhan rumah ini mencapai 4 hektar. Selain rumah utama, ada beberapa bangunan lain. Dengan berjalannya waktu, oleh Pemerintah Propinsi Bengkulu lahan yang ada kemudian dibagi-bagi untuk rumah penduduk dan sebagian untuk gedung instansi pemerintah daerah setempat.
Walaupun diawasi dengan ketat, Bung Karno masih mengadakan kontak dengan pemuda dan tokoh-tokoh yang ada di luar lokasi pengasingan. Di antaranya adalah Buya Hamka, M. Husni Thamrin, dan K.H. Mas Mansur.
Selama di pengasingan, Bung Karno banyak menyumbangkan jasanya pada masyarakat. Ia mendirikan Masjid Jami’ di Jalan Soeprapto dan kelompok diskusi ilmiah bernama Debating Cerdas Club. Beliau juga mendirikan kelompok sandiwara Montecarlo sebagai media untuk menyusun strategi agar kemerdekaan Indonesia tercapai. (google.com)
































04-04-12
Lokasi Rumah Pengasingan Bung Karno terletak di Jalan Jeruk yang sekarang berganti nama menjadi Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Lokasinya di pusat kota akan memudahkan Anda menemukannya.
Didalam kediaman bungkarno ini terdapat banyak foto-foto bungkarno beserta para sahabat dan keluarganya lengkap dengan kendaraan yang biasa digunakan sukarno yaitu sepeda. Di belakang dari rumah ini terdapat 1 buah sumur yang konon kabarnya air sumur ini banyak membawa berkah bagi orang-orang yang pernah berwudhu dan mencuci muka dengan air sumur itu..Biaya untuk masuk ke dalam rumah bungkarno tidak mahal hanya seharga Rp.2500/orang. Dan di sana terdapat seorang fotografer keliling di sekitar rumah bungkarno tersebut..

"Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar